Sore itu, Kamis 21 April 2020, sekitar pukul 14.00 WIB puluhan orang berbaju hitam – hitam tampak sibuk di sekitaran Jembatan Jurug hingga Tugu Selamat Datang Karanganyar. Ada yang serius berkoordinasi, ada yang terlihat memegang komando, ada yang terlihat hilir mudik menyiapkan barang bawaan, serta ada yang tersenyum menyapa pengendara yang melintasi jalanan utama menuju Kabupaten Karanganyar ini. Mereka adalah Puri Kahuripan Group bersama Komunitas Info Wong Karanganyar dalam acara ” Berbagi Sambut Idul Fitri dari Jembatan Jurug sampai Tawangmangu Menuju Puncak Lawu”. Agung Wahyu Utomo, Owner Puri Kahuripan terlihat ikut memimpin langsung kegiatan sosial ini.
Di sepanjang jalan lawu menuju puncak lawu, Agung Wahyu Utomo membagikan masker, takjil kepada masyarakat umum serta sedikit uang kepada para tukang becak yang pada saat itu ditanya belum narik sejak pagi. Beliau menitipkan sedikit uang untuk keluarga mereka di rumah. Pada saat melintas Perempatan Papahan dan Perlimaan Terminal Bejen beliau sengaja membeli barang dagangan para penjual yang pada saat ditanya belum laku sejak pagi.
Ada yang berbeda pada saat diperlimaan Bejen, Agung memborong satu gerobak jagung, yang kemudian ia bagikan kepada tim Puri Kahuripan dan Komunitas Info Wong Karanganyar yang membersamainya serta dibagikan kepada orang disekitar. Dari Bejen, perjalanan dilanjutkan ke arah timur terminal karangpandan juga disambanginya. Selanjutnya perjalanan menuju ke arah Tawangmangu. Di wilayah lereng Lawu ini, perjalanan mereka sudah ditunggu oleh Camat Tawangmangu. Disini, kembali Agung Wahyu Utomo memborong makanan khas di tempat ini, apalagi kalau bukan pentol kuah. Ia memborong satu gerobak kuah pentol, dan ia bagi – bagikan kepada orang di sekitar.
Pelajaran yang dapat diambil dari hal memborong dagangan jagung, pentol kuah dan yang lainnya adalah beliau selalu memberi bayaran lebih dari harga yang seharusnya kepada para pedagang. Hal ini menurutnya adalah cara bersedekah dengan tidak merendahkan yang diberi.
” Pemilihan Jalur Lawu tidak lain adalah karena jalur ini merupakan urat nadi kehidupan warga bumi Intanpari Karanganyar. Yang kami bagikan bukan sekedar 1000 masker dan takjil di sepanjang jalan, tetapi pesan dan semangat optimisme menyambut idul fitri 1441 H yaitu tetaplah pakai masker untuk pelindung diri, ingat saat ini corona masih menjadi pandemi, selalu jaga diri sendiri dan orang – orang yang kita cintai, senantiasa berhati hati, sucikan hati dan selamat idul fitri.
Met Riyoyo 1441 H, Mari saling menjaga hati dan memberi maaf.
Senajan riyoyo tahun iki bedho karo riyoyo – riyoyo sakdurunge.
Ora kudu salaman tapi awake dewe tetep pangapuronan.
Ora kudu ketemu tapi awake dewe tetep berhubungan ” ujar Agung Wahyu Utomo.
Puri Kahuripan, tumbuh berkembang bersama bermanfaat bagi sesama.








